Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 17 Juli 2012

Pesonamu Lebih Baik dari Personamu


Membaca sekilas sub judul di atas pasti teringat dalam memory kita seorang penyanyi kelas papan atas yaitu bang Ariel. Grup bandnya yang bernama peter pan sempet menjadi icon idola para remaja kala itu. Bahkan sampai sekarang pun lagu-lagu dari grup band yang tersohor itu masih banyak peminatnya. Nah, satu lagu berjudul topeng dengan reff yang berbunyi bukalah topengmu, bukalah kulit warnamu, seolah kepribadian manusia itu selalu diliputi topeng. Yups,,benar aja si ariel mungkin dia sebelum menciptakan lagunya baca buku psikologi dulu ya? Hhe..Kepribadian manusia memang dalam istilah psikologinya sering diartikan sebagai persona yang artinya adalah topeng.
Contoh soal topeng nih ada cerita klasik “Dr.Jengkyl and Mr. Hyde” karya Robert Louis Stevenson yang bercerita ttg seorang dokter penolong yang juga pembunuh. Di siang hari, Dr jengkyl berprofesi sebagai seorang dokter yang menyelamatkan kehidupan manusia, di malam hari ia berlaku bagai setan kegelapan pencabut nyawa. Menarik memang, bagaimana dua pribadi yg bertolak belakang tersebut bisa hidup akur dalam satu tubuh
Pesonamu lebih baik dari Persona (Topeng)mu
Nah,,topeng yang tidak menggambarkan kepribadian asli seseorang seolah menjadi pertahanan diri agar banyak diminati dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.  Carl Gustav Jung, salah satu murid freud seorang pakar psikologi psikoanalisis, dengan teori psikologi analisisnya dia mengatakan bahwa dalam diri seseorang terdapat mask. Mask tersebut merupakan mekanisme perlindungan sekaligus mekanisme adaptasi manusia terhadap kondisi eksternalnya. Orang awam menyebut mask ini sebagai topeng. Setiap orang memakainya unuk beradaptasi. Pada beberapa orang, topeng ini dipakai dengan begitu tebalnya atau begitu terbiasanya, sehingga orang itu sendiri pun sulit membedakan mana dirinya yang sesungguhnya dan mana yang topengnya.
Ketidak jelasan identitas kepribadian ini biasanya membuat seseorang mudah galau. Kok bisa?,
iya jelas donk,,bagaimana anda akan selamanya merasa nyaman jika hidup dalam keadaan kepura-puraan melalui mask atau topeng yang kalian pakai?. Justru dengan memakai mask atau topeng seolah tidak punya jati diri. Misalnya, perilaku memakai topeng ini sering  digunakan oleh mereka yang sedang jatuh cinta atau berpacaran. Orang yg sedang jatuh cinta nih,,segala apa yang diperintahkan oleh kekasihnya semuanya diikuti padahal hati nuraninya bergumam wah,,ini tidak seperti kebiasaanku tapi karena demi cinta ku pertama pada kekasihku maka aku turuti aja. Ah. topeng untuk pribadi  penurut akhirnya dipakai. Dalam acara pertemuaan  dengan kekasihnya, maka penampilan berwibawa dan setulus hati menjadi jurus utama padahal kalo waktu ga’ ketemu sang kekasih malesnya gak karuan,,ah karena itu topeng untuk tampil terlihat baik akhirnya di pakai. Seorang anak agar tidak dimarahi oleh gurunya saat belajar kelompok, maka dia terlihat aktif sekali. Padahal sebenarnya cuma nonton temennya yang bekerja. Ah,,untuk menghindari celotehan si guru anak memakai topeng super aktif saat diskusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar