Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 07 Juni 2011

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pendidikan.

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pendidikan.
A. Pengertian Kebudayaan
Kata ”kebudayaan” berasal dari (bahasa Sansekerta) buddayah yang merupakan bentuk jamak dari kata “budhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Menurut Koentjaraningrat , kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar, dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat. Senada dengan Koentjaraningrat adalah apa yang didefinisikan oleh Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, dia merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.

Menurut R Linton dalam bukunya The Cultural Background of Personality, ( dalam harsojo.1986) bahwa kebudayaan, adalah konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu. “Kebudayaan” dalam bahasa Inggris disebut culture. Sebuah istilah yang relatif baru karena istilah ‘culture’ sendiri dalam bahasa Inggris baru muncul pada pertengahan abad ke-19. Sebelum tahun 1843 para ahli anthropologi memberi arti kebudayaan sebagai cara mengolah tanah, usaha bercocok tanam, sebagaimana tercermin dalam istilah agriculture dan holticulture. Hal ini dapat dimengerti karena istilah culture berasal dari bahasa Latin colere yang berarti pemeliharaan, pengolahan tanah pertanian. Dalam arti kiasan kata itu juga diberi arti “pembentukan dan pemurnian jiwa”.
Susanna K. Langer (dalam Jusuf Amir Feisal.1995) menyatakan apa yang dimaksud dengan kebudayaan adalah ekspresi simbolis dari kebiasaan atau perkembangan rasa. Yang dimaksud rasa disini bukan hanya rasa senang dan tidak senang, tetapi meliputi emosi, sensasi, maupun segala sesuatu yang dapat dirasakan, seperti irama perhatian dan tegang tidaknya pikiran, ketegangan dan kesantaian badaniah yang dapat dikurangi oleh sikap mental dan berbagai macam kegiatan gambaran (imagination), rasa humor yang terdapat pada seseorang dan sebagainya. Dengan kata lain kebudayaan merupakan ekspresi pola rasa yang merupakan hasil keseluruhan budi dan daya masyarakat yang bersifat simbolis. Hendropuspito mengemukakan bahwa kebudayaan ialah keseluruhan pola kelakuan lahir dan batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara anggota suatu masyarakat .
Dari berbagai pengertian kebudayaan tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai arti kebudayaan adalah keseluruhan kelakuan manusia secara lahir dan batin yang pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu melalui proses pembelajaran sehingga terjadi hubungan sosial diantara anggota suatu masyarakat dan menghasilkan ekspresi simbolis dari kebiasaan sosial mereka.
Pendidikan didefinisikan sebagai suatu proses untuk memanusiakan manusia. Pendidikan dalam arti luas adalah usaha manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya, yang berlangsung sepanjang hayat. Menurut Handerson (dalam uyoh sadulloh. 2007) pendidikan dalam arti luas merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir. Langeveld (dalam Hasbulloh.1999) pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, dan perlindungan serta bantuan yang diberikan kepada anak tertuju pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas kehidupannya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang tua atau orang dewasa atau yang dicipatakan oleh orang dewasa seperti: sekolah, buku, dan lain sebagainya.
Pendidikan dalam arti sempit yaitu pengajaran yang diselanggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak atau remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan dan tugas-tugas sosial mereka. Sedangkan dalam UUD No.20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara
Dari berbagai pengertian pendidikan tersebut, dapat diperoleh pengertian pendidikan adalah suatu proses perkembangan pada anak yang dilakukan oleh orang dewasa atau pendidik baik melalui pendidikan formal maupun non formal secara sadar dan terencana dengan tujuan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Dalam pembahasan makalah ini, kami berusaha untuk mengkrucutkan pembahasan pada pengaruh kebudayaan terhadap pendidikan di sekolah dengan bersandar pada beberapa teori yang mendukung pembahasan ini.
Pembahasan
Menurut Tilaar (dalam A. malik fajar. 2005) Proses kebudayaan adalah proses humanisasi. Sementara itu Pranarka (dalam Rasjidi.1980) perangkum buku strategi kebudayaan menjelaskan bahwa humanisasi atau memanusiakan adalah karakter utama kebudayaan. Menurut Hendropuspito kebudayaan manusia pada hakikatnya adalah kebudayaan sosial. Manusia bersama manusia lain menciptakan kebudayaan dengan suatu tujuan. Terkait dengan proses humanisasi dalam pendidikan di sekolah maka tujuan dari proses humanisasi bersandar pada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 (dalam Darmaningtiyas. 1999) adalah:”Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Rasjidi mengemukakan pendidikan adalah sarana proses kemanusiaan dan saran akulturasi. Oleh karena itu keberhasilan untuk mengembangkan kepribadian peserta didik, sangat didukung oleh komponen di dalam proses pendidikan. Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses untuk mencapai tujuan sistem. Sedangkan untuk mengembangkan komponen tersebut diperlukan komponen kebudayaan agar proses pendidikan sesuai dengan pengamalan pancasila.
Edward B. Tylor dalam karyanya "Primitive Culture" (dalam supriyoko. 2003) menulis kebudayaan mempunyai tiga komponen strategis, yaitu sebagai tata kehidupan (order), suatu proses (process) , serta bervisi tertentu (goals), Masih menurut Tylor, tidak ada proses pendidikan tanpa kebudayaan dan tanpa adanya masyarakat; sebaliknya tidak ada kebudayaan dalam pengertian proses tanpa adanya pendidikan. Sementara itu Theodore Brameld dalam karyanya “Cultural Foundation of Education” (dalam Supriyoko. 2003) menyatakan adanya keterkaitan yang erat antara pendidikan dengan kebudayaan berkenaan dengan satu urusan yang sama, dalam hal ini ialah pengembangan nilai.





Komponen kebudayaan memberikan kontribusi pada komponen pendidikan antara lain dalam hal :
1. Tujuan pendidikan
Kebudayaan memberikan pengaruh pada pembentukan Tujuan pendidikan. Adapun tujuan pendidikan tersebut dapat dilihat dalam kurikulum pendidikan yang terjabar mulai dari: tujuan nasional (UUD 1945), tujuan pembangunan nasional dalam sistem pendidikan nasional, tujuan institusional (dalam lembaga pendidikan), tujuan kurikuler (tiap bidang studi pelajaran/ kuliah), tujuan instrukisonal (standar kompetensi dan kompetensi dasar). Dengan demikian terlihat bahwa tujuan pendidikan itu semuanya bersumber pada Pancasila dan UUD 1945.
Pengaruh kebudayaan pada tujuan pendidikan bertumpu pada pembangunan nasional. Pembangunan nasional yaitu pengamalan pancasila. Sedangkan tujuan pembangunan nasional adalah membangun masyarakat Indonesia yang adil dan makmur sebagaimana yang di amanahkan dalam pembukaan UUD 45.
2. Peserta didik
Anak bukanlah seorang dewasa, sebab itu anak memiliki sifat kodrati kekanak-kanakan yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sifat ketergantungan yang besar kepada orang lain yang dewasa. Untuk itu perlu dipahami mengenai beberapa hal dari peserta didik, yaitu: latar belakang budaya peserta didik, tingkat kemampuan peserta didik, hambatan peserta didik, dan penguasaan bahasa peserta didik. Oleh karena itu Pendidikan harus memperhatikan perbedaan individual, memberikan perhatian khusus pada anak didik yang memiliki kelainan (berkebutuhan khusus), dan penanaman sikap bertanggung jawab kepada peserta didik.


3. Pendidik
Salah satu unsur pendidikan adalah pendidik. Pendidik dalam lingkungan sekolah di sebut sebagai guru. Terkait dengan kebudayaan, guru membantu peserta didik dalam proses trnasformasi nilai-nilai kehidupan. Adapun nilai-nilai yang ditransformasikan mencakup nilai-nilai religi, nilai-nilai kebudayaan,nilai-nilai sains dan teknologi, nilai-nilai seni, dan nilai-nilai ketrampilan. Nilai – nilai yang ditransformasikan tersebut dalam rangka mempertahankan, mengembangkan, bahkan kalau perlu mengubah kebudayaan yang lebih baik dan maju.
4. Isi pendidikan (Kurikulum)
Isi pendidikan berkaitan dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu disampaikan isi/ bahan yang disebut kurikulum kepada peserta didik. Macam-macam isi pendidikan adalah terdiri dari pendidikan agama, moral, social, intelektual, keterampilan dan jasmani. Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan)
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum tidak bisa terlepas dari tata kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu keadaan sosial budaya dan agama memberikan pengaruh yang besar.
Keadaan sosial budayalah yang sangat berpengaruh pada diri manusia, khususnya sebagai peserta didik. Sikap atau tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi sosial yang membuat sseeorang untuk bertingkah laku yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. Agama yang membatasi tingkah laku kita juga sangat besar pengaruhnya dalam membuat suatu kurikulum.


5. Metode Pendidikan.
Kebudayaan memberikan kontribusi pada metode pendidikan terutama dalam pemanfaatan hasil karya manusia berupa tekonologi dan kesenian. Perkembangan teknologi dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan kesenian melatih para peserta didik untuk berfikir kreatif dan inovativ.
6. Evaluasi
Pemantauan keseluruhan hasil belajar siswa merupakan panduan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa. Kebudayaan berkontribusi untuk mengetahui sejauh mana peserta didik mampu mencerminkan sikap yang tercermin dalam pengamalan pancasila. Seperti sikap jujur dan adil dalam pelakasanaan ujian, kemampuan bermusyawarah dalam memecahkan permasalahan.
Kesimpulan
Dalam proses pendidikan usaha untuk proses mengembangakan kepribadian anak seharusnya dilakukan oleh orang dewasa secara sadar dan terencana dengan tujuan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Kebudayaan memberikan kontribusi pada pendidikan dalam komponen pendidikan antara lain: tujuan pendidikan, peserta didik, pendidik, kurikulum, metode pendidikan, Evaluasi. Dalam proses pendidikan bertumpu pada pembangunan nasional yaitu mewujudkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan berusaha untuk membangun masyarakat Indonesia yang adil dan makmur sebagaimana yang tercermin dalam pembukaan UUD 45.





DAFTAR PUSTAKA
Amir Feisal, Jusuf. Reorientasi pendidikan Islam. 1995. Jakarta: Gema Insanis Press.
Darmaningtyas, Pendidikan Pada dan setelah Krisis ( Evaluasi Pendidikan di masa Krisis ).1999.Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Harsojo. Pengantar Antropologi. 1986. Jakarta Binacipta.
Hendropuspito. Sosiologi Sistematik. 1989. Yogyakarta. Kanisius.
Hasbullah, dasar-dasar ilmu pendidikan.1999. jakarta. Raja Grafindo Persada.
Hasbullah. Dasar Ilmu Pendidikan. 2005. Jakarta. Penerbit: PT RajaGrasindo Persada
Mudyahardjo, Redja. Pengantar pendidikan. Sebuah strategi awal tetang dasar-dasar pendidikan pada umumnya & pendidikan di Indonesia. 2001.jakarta. Raja Grafindo Persada.
Fadjar,A malik. Holistik Pemikiran Pendidikan.2005.jakarta. Raja Grafindo Persada.
Rasjidi,M. Startegi Kebudayaan &pembaharuan Pendidikan Nasioanal. 1980.jakarta Bulan Bintang.
Surydi dan H.A. Tilaar. Analisa kebijakan pendidikan suatu pengantar. 1994. Bandung PT.Remaja Rosdakarya.
Soemardjan, selo dan Soelaeman Soenardi. 1964. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta:Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sadullah, Uyoh M.pd. Pengantar Filsafat pendidikan.2007. Bandung. Alfabeta
Sumber internet
Supriyoko. Sistem pendidikan Nasional dan peran budaya dalam pembangunan berkelanjutan. Makalah seminar pembangunan nasioanl VIII. Denpasar. 2003. Format PDF. di askses pada tanggal 15.mei. pkl.13.48.
www.bsn.or.id/SNI. di akses pada tanggal 18.mei pkl 13.57

3 komentar:

siti nurjanah mengatakan...

thankz...ea sdikit wawasan yang bermamfaat...;)

zah izzah mengatakan...

mas.... izin minta postinganx....

Sell Tiket mengatakan...

Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
selltiket.com
Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di agen.selltiket.com

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
No handphone : 085365566333
PIN : d2e26405

Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

Posting Komentar