Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 07 Agustus 2010

Co Parenting Poligami pada perkembangan kepribadian Anak dalam Perspektif psikologi Islami

Anak merupakan nikmat terindah bagi orang tua yang diberikan Allah SWT. Anak mempunyai nilai yang sangat penting dalam kehidupan orang tua melebihi harta kekayaan. Berbagai usaha orang tua dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tumbuh kembang kepribadian anak. Co parenting merujuk kepada bagaimana suami-istri bekerja bersama-sama dalam membesarkan anak-anaknya. Dalam keluarga poligami Co parenting merupakan tugas yang sangat berat dalam melaksanakan tanggung jawab kepada anak-anak. Tulisan ini mencoba untuk mengulas Co parenting poligami pada perkembangan kepribadian anak yang tentunya membawa konsekuensi terhadap Kepribadian anak.(more)

Aku BanGga BerLslAm

Setiap ummat yang terdapat di bumi ini pasti mempunyai karakteristik yang khas. Karakteristilah yang menjadi identitas setiap umat untuk dikenal. Tanpa ada karakteristik pasti tidak ada umat yang bisa hidup sendiri. Karena karakteristik merupakan symbol adanya kekuatan suatu umat untuk hidup bersama – sama (berjama’ah). Umat islam yang menjadi salah satu komponen kehidupan umat di dunia ini, tentunya mempunyai cirri karakteristik yang paling istimewa dibandingkan dengan umat – umat yang lainya. Hal ini tentunya menuntun kita sebagai orang muslim untuk tampil lebih percaya diri ditengah – tengah umat. Allah SWT telah memberikan kepada kita sebuah motivasi dalam firman- Nya yang artinya:. janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(QS.Al-imron : 139 ).(more)

kekuatan berpikir positif

Dalam dinamika kehidupan selalu ada jalan yang mengganjal. Sehebat apapun manusia jika tak punya besic atau benteng diri yang kuat maka akan terlarutlah dia dalam arena kehidupan. Banyak persoalan hidup yang membuat orang – orang tak mampu menghadapinya sehingga al hasil adalah lahirnya jiwa – jiwa individu yang mudah depresi, paranoid dan mudah marah. Fenomena ini sangat jelas terlihat dalam bangsa kita pasca pemilu legislatif. Banyak diantara para caleg – celeg yang gagal mendapatkan harapannya berubah menjadi cagil – cagil ( calon gila – calon gila ). Bahkan jauh sebelumnya pihak – pihak instansi rumah sakit telah menyiapkan kamar – kamar khusus untuk par cagil – cagil. Yang menjadi benang merah dalam fenomena tersebut adalah kurangnya kemampuan para calon – calon legislative dalam berpikir positif.(more)